Bangkalan (13/6) – Karantina Pertanian Bangkalan, satu-satunya Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian (UPTKP) yang terletak di Pulau Madura. Sejak pertama kali ditetapkan sebagai UPTKP, baru kali ini Bangkalan dikunjungi oleh Kepala Badan Karantina Pertanian.

Pada hari Rabu (13/6) kemarin, Kepala Barantan Ali Jamil, mengunjungi wilayah kerja (wilker) Jembatan Penyeberangan Suramadu untuk melihat pelayanan tindakan karantina oleh petugas. Ali Jamil menyampaikan pentingnya bersikap profesional dan memiliki integritas tinggi dalam melaksanakan tindakan karantina.

Dalam kesempatan ini, Ali Jamil menemui langsung pengguna jasa karantina untuk memperoleh informasi tentang kinerja jajarannya di lapangan.

“Pelayanan Karantina Pertanian Bangkalan itu mudah, murah, dan profesional,” tutur H. Holid, pemilik usaha bebek Sinjay saat berdiskusi dengan Kepala Barantan.

Seusai meninjau pelayanan di Jembatan Suramadu, Ali Jamil melanjutkan perjalanan ke arah barat daya sejauh 15 kilometer untuk menuju kantor induk. Ia bermaksud meninjau kegiatan operasional Karantina Pertanian Bangkalan.

“Dua tahun berturut turut PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Karantina Pertanian Bangkalan menembus 1 miliar rupiah. Jumlah ini melebihi capaian PNBP banyak unit pelayanan teknis yang lain,” terang Agus Mugiyanto selaku Kepala Karantina Pertanian Bangkalan.

Selain capaian PNBP, Agus juga menjelaskan bahwa Karantina Pertanian Bangkalan juga meraih peringkat lima dalam pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik lingkup Kementerian Pertanian tahun 2018 kategori eselon III.

Kunjungan Kepala Badan Karantina ditutup dengan silaturrahim dan berbuka puasa dengan petugas Karantina Pertanian Bangkalan yang sedang menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal. Kedatangan pimpinan memberi suntikan semangat yang berharga. Semoga semangat ini terus terjaga.